Universitas Pasifik
umum

Dodola Eco-Education: Belajar dari Alam, Menjaga Masa Depan — Wisata Ilmiah FKIP UNIPAS Morotai 2026

An
0 dilihat
Dodola Eco-Education: Belajar dari Alam, Menjaga Masa Depan — Wisata Ilmiah FKIP UNIPAS Morotai 2026

Dodola Eco-Education adalah wisata ilmiah FKIP UNIPAS Morotai pada 18–20 September 2026 di Pulau Dodola yang menggabungkan Eco-Learning, Eco-Education, Beach Clean-Up, Eco-Media, dan Eco-Commitment. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa PGSD serta PBI untuk menumbuhkan kesadaran ekologis, karakter calon pendidik, dan wisata berkelanjutan. Dari Dodola, lahir komitmen menjaga alam sebagai bagian dari mendidik kehidupan.

FKIP UNIPAS Morotai; Dodola Eco-Education

Dodola Eco-Education merupakan wisata ilmiah yang digagas FKIP Universitas Pasifik Morotai sebagai ruang belajar terbuka, tempat dosen dan mahasiswa Prodi PGSD serta Prodi PBI menyatukan pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata bagi lingkungan. Dilaksanakan pada 18–20 September 2026 di Pulau Dodola, kegiatan ini menghadirkan pengalaman akademik yang dekat dengan alam, sekaligus meneguhkan peran pendidikan dalam mendukung wisata berkelanjutan di Morotai. Kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan, komunikasi, serta membangun semangat kolaborasi dan kebersamaan antarsesama peserta.

Melalui Eco-Learning, peserta diajak meninggalkan sejenak ruang kelas menuju pembelajaran lingkungan berbasis outdoor learning. Alam Dodola menjadi laboratorium kehidupan yang menghadirkan laut, pasir, pepohonan, dan ekosistem pesisir sebagai sumber belajar. Dosen dan mahasiswa belajar mengamati, berdiskusi, merefleksikan, serta menemukan makna pendidikan yang kontekstual. Dari pengalaman tersebut, pengetahuan tidak berhenti pada teori, tetapi tumbuh melalui interaksi langsung dengan lingkungan. Setiap langkah di alam diarahkan menjadi pengalaman yang membangun kesadaran ekologis dan kemampuan berpikir kritis, sekaligus menguatkan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan.

Program Eco-Education memperluas pengalaman peserta untuk berbagi pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan kepada wisatawan. Sementara itu, Dodola Beach Clean-Up mengajak seluruh peserta mengenali, memilah, dan mengumpulkan sampah sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Aksi sederhana tersebut menjadi pesan bahwa keindahan destinasi bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus dirawat. Dodola mengajarkan bahwa kepedulian lingkungan lahir dari kebiasaan, keteladanan, dan tindakan nyata. Semangat ini memperkuat karakter calon guru sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari demi kelestarian lingkungan sekitar.

Melalui Eco-Media, kreativitas akademik diarahkan menjadi sarana edukasi yang mudah dipahami dan menarik bagi masyarakat. Dosen dan mahasiswa merancang serta memasang media informasi lingkungan di ruang wisata, sehingga pesan tentang kebersihan, kelestarian, dan perilaku ramah lingkungan dapat terus hadir. Media menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kesadaran publik, sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan dapat hadir secara kreatif di tengah ruang kehidupan masyarakat. Kehadiran media edukatif diharapkan meninggalkan jejak pengetahuan yang bermanfaat bagi setiap pengunjung, bagi pengunjung, masyarakat, dan komunitas setempat.

Eco-Commitment menjadi pengikat seluruh rangkaian kegiatan, berupa komitmen bersama untuk menjaga Pulau Dodola sebagai ruang wisata, belajar, dan warisan lingkungan bagi generasi mendatang. Kolaborasi dosen dan mahasiswa PGSD serta PBI memperlihatkan bahwa pendidikan memiliki kekuatan ketika pengetahuan dipadukan dengan kepedulian. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab menjadi fondasi untuk membangun budaya wisata yang bersih, lestari, dan berkelanjutan. Nilai tersebut menjadi bekal penting bagi calon guru untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada peserta didik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari secara nyata berkelanjutan.

Dodola Eco-Education bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan perjalanan intelektual dan moral untuk menumbuhkan generasi pendidik yang peka terhadap lingkungan. Melalui pembelajaran, edukasi, aksi kebersihan, media, dan komitmen, FKIP UNIPAS Morotai menghadirkan pesan bahwa menjaga alam adalah bagian dari mendidik kehidupan. Dari Dodola, semangat itu diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama: Dodola lestari, pendidikan bermakna, dan masa depan kita dijaga bersama. Semoga langkah kecil dari Pulau Dodola menjadi inspirasi besar bagi pendidikan dan kelestarian lingkungan di masa depan bagi generasi muda di Kabupaten Pulau Morotai tercinta.